
Segala keindahan yang telah terukir
Tiada pernah kusangkali
Engkaulah pembangkit senyuman
Penggugah asa yang pernah pudar
Aku terperanjat mengenali getaran jiwa
Rasa yang telah lama pergi dari hidupku
Engkaulah yang menanamnya
Hingga kunikmati lagi indahnya cinta
Tetapi waktu telah mengubah impian jiwa
Segala pertengkaran yang terjadi
Ketidaksepahaman yang semakin jelas
Mengantar kita pada kegalauan
Hingga kaupun berucap dalam lirih:
Sayang apakah hubungan kita indah?
Ya indah... bahkan teramat indah
Namun tiap kali aku mengatakannya akupun menangis... katamu
Akhirnya akupun memilih...
Di antara rasa cinta yang menggelora dan logika
Aku memilih untuk melepasmu
Dalam keputusan itu aku memahami makna “mencintai tidak harus memiliki”
Aku memilih untuk mencintaimu tanpa memilikimu
Aku memilih melepasmu dalam rasa cinta
Aku memilih mendoakan akan hadir dia yang terbaik bagimu
Aku memilih untuk tidak lagi menjadi pilihanmu
Kita saling rasakan kehilangan tak peduli siapa yang mengakhiri
Biarlah hari yang berjalan tetap menjaga cinta di tempatnya
Katamu tentang aku “jika kamu adalah coklat maka kamulah coklat termanis”
Rasakan dengan hatimu dalam jarak yang tidak sanggup lagi kita jangkau.