Waktu menggelinding dibalut kehadiranmu
Senyum, sapa dan
gelak tawamu hangatkan relung hati
Selalu ada kamu,
selalu diselimuti bayangmu
Ku telah biasa
dan merasa biasa
Pagi ini tidak
ada lagi kamu
Tidak tampak
senyum, sapa dan gelak tawamu
Paling tidak
semua itu bukan lagi untukku
Ku tidak bisa
kar’na kamu tidak biasa
Menarik nafas
panjang menyadari pijarmu
Sesali
ketidakbersyukuran sia-siakan kemilaumu
Berandai-andai
masih terbuka pintu ‘tuk jalan beriringan
Kar’na ternyata
kamu... “SESUATU YA”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar