“Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian!”-Yes.64:4-
Setiap agama menganjurkan umatnya untuk berdoa kepada apa yang mereka anggap sebagai allah. Karena jauh di dalam dirinya, manusia menyadari adanya sebuah kuasa yang lebih besar dari dirinya sendiri.
Jika setiap agama berdoa, apa yang membedakan esensi doa dari agama-agama yang ada? Mengenai hal ini Nabi Yesaya menyatakan bahwa kepada siapa kita berdoa menentukan jawaban doa yang kita peroleh. Sebenarnya dalam bagian ini Nabi Yesaya sedang memproklamirkan Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang menjawab doa.
Mengapa ilah-ilah lain tidak mendengar, tidak melihat dan tidak bertindak menjawab doa dari orang-orang yang berseru kepada mereka sedangkan Tuhan yang kita sembah mendengar menjawab dan bertindak? Jawabannya adalah karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup. Tuhan Yesus menjawab orang saduki yang tidak mempercayai kehidupan setelah kematian: “Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup!" (Mat.22:32). Di sisi lain kita orang-orang yang hidup dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus berdoa kepada Allah yang hidup.
Sebagai orang percaya kebenaran ini seharusnya menjadi “bensin” bagi kita untuk menjadikan doa sebagai tindakan utama bagi kita di dalam menyikapi perjalanan hidup ini. So... apa yang menjadi masalah Anda??? lipat tangan, tutup mata, dan berserulah kepada-Nya sebab Ia mendengar, melihat dan bertindak !!!
terima kasih untuk "special Premium" memotivasi untuk berdoa.
BalasHapusHidup yang BERDOA
gbu BROTHER