
(Tribute to Sri Mulyani Indrawati)
Oleh : Welko Henro Marpaung
Tegar berdiri di antara hantaman ombak
Tetap tersenyum di dalam pusaran gejolak
Entahlah apa yang menjadikannya tetap semarak
Ya, dia tetap tegak dan bergerak
Dalam makian dia tetap bersinar,
Jalannya terjaga tidak tercemar.
Pikirannya jauh dari dinar.
Apalagi sekedar ingin tenar.
Dibenci kumpulan pemaruk
Di hujat dan diusahakan agar tampak bagai si buruk
Dialah harum di antara bau busuk
Dia tak mundur walau kerap tertusuk
Nampaknya ia mulai lelah...
Terus menerus diusahakan jadi pihak yang kalah
Namun mereka tidak menemukan celah
Semangat juangnyapun tak pernah terbelah
Terus melangkah hai Wanita pemantik bangga
Terus naik menapaki tangga
Kobarkan dalam sanubari rasa bangga
Bawa panji merah putih tinggi sampai tak terhingga
Oleh : Welko Henro Marpaung
Tegar berdiri di antara hantaman ombak
Tetap tersenyum di dalam pusaran gejolak
Entahlah apa yang menjadikannya tetap semarak
Ya, dia tetap tegak dan bergerak
Dalam makian dia tetap bersinar,
Jalannya terjaga tidak tercemar.
Pikirannya jauh dari dinar.
Apalagi sekedar ingin tenar.
Dibenci kumpulan pemaruk
Di hujat dan diusahakan agar tampak bagai si buruk
Dialah harum di antara bau busuk
Dia tak mundur walau kerap tertusuk
Nampaknya ia mulai lelah...
Terus menerus diusahakan jadi pihak yang kalah
Namun mereka tidak menemukan celah
Semangat juangnyapun tak pernah terbelah
Terus melangkah hai Wanita pemantik bangga
Terus naik menapaki tangga
Kobarkan dalam sanubari rasa bangga
Bawa panji merah putih tinggi sampai tak terhingga
Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 47 tahun) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini akan diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebelum menjabat menteri keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007
Note : Biografi Sri Mulyani Indrawati dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Mulyani_Indrawati pada tanggal 12 Juni 00.21 WIB
Setelah SMI pergi, dukungan masyarakat semakin besar buat beliau. Orang baru sadar bahwa mereka telah kehilangan salah satu harapan bangsa. Tapi SMI udah kasih sign : I'll be back!
BalasHapusYok kita sama-sama persiapkan jalan untuk SMI pulang ke rumah.