
Katamu sayapmu terluka,
Masih terasa pedihnya.
Katamu semoga waktu berpihak pada kita
Kataku...
Di saat sayapmu terluka
Aku turut mengurangi kecepatan sayapku
Lalu turun perlahan-lahan menemanimu
Saat itu aku sadar ada luka yang teramat dalam
Aku putuskan untuk mengobatinya
Berhenti untuk waktu yang aku tak tahu sampai berapa lama
Yang pasti hingga lukamu pulih
Lalu kita kan kembali terbang
Jauh tinggi melebihi bukit-bukit terjal...
Kutahan kataku dan kurenungkan adaku...
Akupun tersadarkan...
Maaf aku tak sepenuhnya jujur kepadamu
Sesungguhnya waktu kukurangi kecepatan terbangku
Dan turun perlahan-lahan
Itu bukan semata-mata menanti lukamu pulih
Namun ternyata...
Akupun tak mampu untuk terus terbang
Sayapku pun terluka
Terima kasih karena telah membuka mataku...
Barangkali kita akan tetap memandang dari kejauhan
Sambil berharap waktu kan menyembuhkan